Selasa, 27 September 2016

Rebana Biang


Nama:  Rachma Alfazdilla N
Kelas : 1EA06
NPM: 15216898

                                         Rebana Biang

Rebana biang ini adalah kebudayan berasal dari betawi . rebana berasal dari kata robbana yang berati tuhan kami . karena di betawi tempo dulu, rehbana di tabuh dari kaitannya dengan islam . rebana juga berkembang luas dan di sebut terbang .
Dari sejarahnya rebana biang di dibawa dan di perkenal kan oleh masyarakat betawi oleh pasukan mataram . dari sumber yang saya baca rebana di biang di bawa oleh bapak kumis , seorang seniman dari tanah banten yang memperkenalkannya kepada h. Damong di gancur .
Ada ciri khas dari rebana biang yaitu suara yang keras yang menyerupai bunyi gong . ada macam reban biang yaitu rebana gendung rebana biang dimaikan dengan cara di pukul dan untuk mengisi irama pukulan di sela sela bunyi rebana biang dan rebana kotek. Lagu yang di mainkan oleh rebana biang terdiri dari dua jenis yaitu lagu arab dan lagu nyarun yang berirama cepat dan lagu melayuyang berirama lambat dan rebana biang bisa juga untuk mengiringi lagu-lagu dzikir dan rebana biang juga bisa di gunakan untuk tarian daerah
Dari segi bentuk dan ukuran rebana biang adalah ada 4 rebana biang yang bisa dmain kan oleh rebana biang secara bersamaan . rebana biang juga berukuran sekitar 40-80cm , ada juga rebana ketog yang paling kecil dengan garis tengah sekitar 20cm . ada rebana gendung yang memiliki garis tengah 30cm , dan ada rebana kotek yang mempunyai garis tengah 60cm. Dan itu
Rebana biang biasa di mainakan dia kampung kampung , di masjid , dan tempat-tempat lainya yang memungkinnya untuk bisa di hibur. Rebana biasa bisa juga di iring dengan gerak tari dan nyanyian khas daerah . seringkali rebana biang keriyaan yang bertalian dengan kebudayan islam seperti khitanan, lebaran, dan pernikahan .

Sekarang di daerah jakarta rebana biang jarang sekali di temukan . bahkan sudah hampir punah . contohnya khitanan banyak yang menggunakan acara pannggung yang meriah di iringi dangdutan . satyang nya jaman sekarang banayak tidak mau untuk mengakui adatnya sendiri . padahal rebana biang ini sangat meriah.